Majalah Jakarta pusat – Viral Perempuan Berendam di Kolam Patung Kuda Jakpus, Ternyata ODGJ Warga dan pengguna jalan di kawasan Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, dikejutkan oleh pemandangan tidak biasa. Seorang perempuan tampak berendam di kolam Patung Kuda pada Senin sore (22/9). Aksinya yang direkam warga segera viral di media sosial, memicu beragam komentar publik. Belakangan diketahui, perempuan tersebut merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
baca juga:Komisi II DPR Akan Minta Penjelasan Mendagri soal IKN Jadi Ibu Kota Politik
Video Viral dan Reaksi Publik
Dalam video berdurasi sekitar 30 detik yang beredar luas, terlihat seorang perempuan duduk tenang di tengah kolam sambil sesekali menyibakkan air. Warga yang melintas sempat berhenti untuk merekam, sebagian lagi mencoba menegur agar ia keluar dari kolam.
Unggahan tersebut langsung menuai reaksi. Banyak warganet terkejut dan mempertanyakan keamanan area publik di jantung ibu kota. Namun, ada pula yang menaruh simpati, mengingat kondisi perempuan itu ternyata berkaitan dengan masalah kesehatan jiwa.
Klarifikasi dari Polisi dan Satpol PP
Pihak kepolisian bersama Satpol PP Jakarta Pusat segera bergerak setelah menerima laporan masyarakat. Petugas mendatangi lokasi dan mengevakuasi perempuan tersebut dari dalam kolam.
Kasatpol PP Jakpus menjelaskan, “Setelah kami amankan, kami mendapat informasi dari warga sekitar bahwa perempuan ini sudah lama berkeliaran di kawasan Monas. Ia memang ODGJ.”
Potret Masalah Sosial di Ruang Publik
Kasus ini kembali menyoroti persoalan ODGJ di Jakarta yang masih sering berkeliaran tanpa pengawasan. Tidak jarang, mereka melakukan tindakan di luar kewajaran yang berisiko bagi diri sendiri maupun orang lain.
Aktivis sosial menilai, kejadian di kolam Patung Kuda ini harus menjadi perhatian serius. “ODGJ bukan untuk ditertawakan di medsos, tapi perlu ditangani secara manusiawi. Mereka membutuhkan perawatan medis dan rehabilitasi,” ujar seorang pemerhati kesehatan jiwa.
Dinas Sosial Tingkatkan Pengawasan
Dinas Sosial DKI Jakarta menyatakan akan meningkatkan patroli di ruang-ruang publik untuk mengantisipasi kejadian serupa. Mereka juga mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan ODGJ yang membutuhkan pertolongan.
“Kami butuh partisipasi masyarakat. Jangan dieksploitasi atau diviralkan saja, lebih baik segera hubungi kami atau pihak kepolisian agar bisa ditangani,” jelas perwakilan Dinsos.
Edukasi Publik: ODGJ Butuh Perlindungan
Psikiater dari RS Jiwa Duren Sawit menegaskan bahwa ODGJ berhak atas perlakuan yang layak.
“ODGJ sering dianggap sekadar ‘gangguan sosial’, padahal ini penyakit medis yang harus ditangani profesional. Dukungan keluarga, pemerintah, dan masyarakat sangat penting,” katanya.
Harapan ke Depan
Insiden ini meninggalkan pesan mendalam: di balik video viral yang mengundang rasa heran, tersimpan realitas bahwa masih banyak ODGJ di jalanan yang belum tertangani.




