Majalah Jakarta pusat — Diskusi Penguatan Peran Museum dalam Edukasi Kebencanaan Sejumlah akademisi, pegiat kebudayaan, dan praktisi kebencanaan berkumpul dalam sebuah forum diskusi bertajuk Penguatan Peran Museum dalam Edukasi Kebencanaan. Kegiatan ini menyoroti pentingnya museum bukan hanya sebagai ruang penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran publik tentang mitigasi bencana.
baca juga: 24,6 Kg Sabu dalam Plastik Durian Terbongkar di Apartemen Pluit Jakut
Museum sebagai Ruang Edukasi
Dalam diskusi yang digelar di salah satu museum nasional tersebut, para narasumber menekankan bahwa Indonesia sebagai negara rawan bencana membutuhkan inovasi dalam edukasi publik. Museum dinilai mampu memainkan peran strategis dengan menghadirkan pameran interaktif, dokumentasi bencana, hingga simulasi mitigasi.
“Generasi muda perlu memahami sejarah bencana di negeri ini. Museum bisa menjadi jembatan, bukan sekadar untuk mengingat, tetapi juga mengajarkan cara bertahan dan mengurangi risiko,” ujar seorang pakar kebencanaan.
Belajar dari Tragedi
Sejumlah museum di Indonesia telah memiliki koleksi terkait bencana, seperti tsunami Aceh dan gempa Palu. Namun, pengelolaan koleksi tersebut masih terbatas pada aspek memorial. Para peserta diskusi menilai sudah saatnya koleksi itu dipadukan dengan program edukasi yang praktis dan aplikatif.
Kolaborasi Lintas Sektor
Diskusi ini juga mendorong adanya kolaborasi antara museum, lembaga kebencanaan, dan dunia pendidikan. Dengan demikian, museum bisa menjadi pusat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pihak BMKG yang hadir dalam forum menegaskan kesiapan mereka untuk menyediakan data dan materi edukasi. “Kami siap berkolaborasi.
Harapan ke Depan
Para peserta sepakat, memperkuat peran museum dalam edukasi kebencanaan akan memberi dampak ganda: menjaga ingatan kolektif atas tragedi masa lalu, sekaligus membangun kesadaran mitigasi bagi masa depan.
“Jika generasi mendatang tumbuh dengan budaya sadar bencana, kita bisa lebih tangguh menghadapi risiko,” ujar seorang akademisi penutup diskusi.
Penutup
Diskusi penguatan peran museum ini menegaskan bahwa edukasi kebencanaan tidak hanya milik ruang kelas atau simulasi lapangan.



